Bantu Dina Sembuh dari TBC Otak
Terkumpul
Rp 13.323.919
Batas Waktu
17 hari lagi
SEDEKAH SEKARANG Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser JADI FUNDRAISER
Program Oleh
SObat Jambi
Terverifikasi

Dina Rizqi Lestari (24), divonis terkena tuberculosis otak (TBC Otak), saat ia tengah berjuang menyelesaikan studinya di Universitas Jambi. Begitu mengetahui penyakitnya tergolong berat, Dina berjuang sembuh. Ia pun rutin mengkonsumsi obat, 10 bulanan non stop.

Per 10 hari sekali, keluarganya harus menebus obat dengan biaya Rp 800.000,- untuk pendetokan virus di otak Dina. Hingga masuk Idul Fitri kemarin, kondisi Dina mulai membaik dan terus melakukan perawatan jalan. Dina sudah bisa keluar rumah dan jalan-jalan saat liburan Lebaran Idul Fitri.

Akhir Juli lalu, Dina kembali menjalani rawat inap enam hari di RS Siloam karena kondisinya kembali drop. Dina kembali menjalani rawat jalan. Dokter berpesan, agar Dina selalu disupport oleh keluarga dan teman-temannya hingga hatinya selalu senang terjaga.

Satu pekan setelah dipulangkan dari Rumah Sakit, ada kejadian yang membuat Dina dan keluarga terpukul. Hari Ahad (4/8) lalu, saat Ayahnya akan menebus obat, ia mengalami kecelakaan bermotor di kilometer 18, Mestong hingga menyebabkan Sang Ayah meninggal dunia.

Kondisi Dina semakin drop baik secara fisik dan mental. Virus di otaknya sudah menyerang sistem imun. Selasa (6/8) Dina kembali dilarikan ke RS.Siloam Jambi. Kondisi Dina sangat memprihatinkan, ia terbaring lemah dan tak sadarkan diri. Hingga Rabu (7/8), Dina tersadar dalam kondisi mental yang sudah jauh dibawah normal.

Dina telah menjalani serangkaian pengecekan medis TORCH yang terdiri toxoplasmosis, Rubella, Citomegalovirus, dan Herpes. Biaya yang dikeluarkan keluarga Dina untuk melakukan serangkaian tes dan perawatan sudah mencapai Rp.25.000.000,-. Sebuah nilai materi yang sangat besar untuk keluarga Dina yang baru saja kehilangan sang ayah dan kondisi ibunya tidak bekerja.

Hasil tes laboratorium membuat dokter syaraf yang menangani Dina cukup bingung dan baru pertama kali mendapatkan kasus seperti ini. Titik virus di otak bertambah empat kali lipat, namun hasil tes lainnya menunjukan tanda negatif. Dokter masih kembali melakukan tes syaraf otak Dina. Kondisi terakhir, pandangan Dina masih gelap, bicaranya masih cadel, dan untuk makan minum masih melalui selang. Sejauh ini, minuman yang paling mendukung pertahanan Dina hanya Madu dan sari kurma.

Dina adalah relawan aktif di Pesantren Daarul Qur’an Jambi sejak akhir tahun 2017. Sejak saat itu, Dina terus aktif dalam kepanitiaan pesantren holiday, kajian pesantren, penerimaan santri baru, festival anak sholeh, dhuha for kids, dan program lain yang melayani para santri penghafal Al-Qur’an. Ia juga tengah menghafal Al-Qur’an dan sudah memiliki hafalan 2 juz.

            SObat online yang baik, di tengah kondisi terpuruknya Dina, mari jadi pelita untuk perjuangan hidupnya. Dina adalah saudari kita. Yuk, bantu kesembuhannya dengan cara:

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG".
2. Masukkan "NOMINAL" yang anda inginkan dan "Sertakan Doa terbaik Anda".
3. Pastikan Anda sudah mengisi “FORM DATA” yang tersedia dengan benar.
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, BNI Syariah, Virtual Account dan Paytren) dan jika sudah login bisa medapatkan "kemudahan dalam bertransaksi"
5. Lakukan “transfer sesuai dengan Informasi yang terdapat di invoice” yang dikirim melalui email atau sms.

Note :

*Jika menggunakan metode pembayaran Virtual Account diharapkan melalukan pembayaran sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
** Pastikan email Daarul Qur'an dan Sedekah Online berada di "kotak masuk/primary Anda" untuk mendapatkan update laporan program melalui email.
***Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan" atau email ke admin@sedekahonline.com

Beritahu Program ini kepada Teman Lewat :
WHATSAPP

Disclaimer : Kami SedekahOnline.com tidak mewakili dan bertanggung jawab atas informasi program ini. Segala bentuk informasi yang ada di program ini sepenuhnya milik Penggalang Dana.