Bantu Ustad Karyono Hadapi Dampak Social Distancing
Terkumpul
Rp 1.495.026
Batas Waktu
25 hari lagi
SEDEKAH SEKARANG Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser JADI FUNDRAISER
Program Oleh
SObat Malang
Terverifikasi

Bantu Ustad Karyono Hadapi Dampak Social Distancing

 

“Musim Corona suatu saat akan berlalu”, ujarnya.

 

Sore itu Ustad Karyono (49 tahun) masih melakukan aktifitas rutinnya, menyapu lantai Masjid Fathul Huda tempat ia biasa mengajar puluhan anak kecil di sekitar rumahnya. Namun, kali ini ia membiarkan tumpukan lekar dan buku-buku Iqro yang sudah mulai lusuh di sudut belakang ruang shalat. Lekar-lekar tersebut sudah dua pekan lebih tidak terpakai karena kegiatan belajar di masjid sudah diliburkan, mematuhi anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19.

 

Untuk menafkahi keluarga, Ustad Karyono tidak pernah mengharap imbalan dari kegiatan mengajarnya. Ia punya profesi lain sebagai penjual perlengkapan rumah tangga dan mainan anak-anak keliling. Berbekal sepeda motor tua dan rak kayu yang ditempatkan di bagian belakang, Ustad Karyono menyusuri jalan-jalan permukiman di sekitar daerah Mergan dan Sukun di kota Malang.

 

Dampak pandemi Covid19 sangat mempengaruhi perekonomiannya. Kalau di hari-hari biasa ia bisa mendapatkan Rp 150.000 dalam sehari, tidak dengan sejak masa wabah. Penghasilannya jauh berkurang. Malah sering tidak terjual sama sekali. Banyak faktor yang menjadi penyebab. Salah satunya daya beli masyarakat yang berkurang. Ia juga tidak leluasa masuk ke perumahan-perumahan pelanggannya karena jalan diportal oleh warga. Akhirnya,  uang modal sering habis hanya untuk beli bensin.

 

Walau ia sering pulang tanpa mampu berucap kecuali menebar senyum untuk anak-istri yang menyambut di rumah, tetapi semangat Ustad Karyono masih terawat kuat. Ia yakin, pertolongan Allah akan datang, terutama bagi hamba-Nya yang selalu bersabar dan tawakal atas ujian dan musibah. Dagangannya akan kembali laris dan ia bisa kembali mengajar.

 

“Saya senang kalau melihat santri yang sudah lancar baca Al-Qur’an melanjutkan ke pondok pesantren atau sekolah”, tuturnya.

 

#SobatBaik mari bantu ringankan beban Ustad Karyono juga guru-guru ngaji lain di Malang dan sekitarnya agar tetap bertahan dari dampak social distancing. Semoga menjadi wasilah kita semua terlindungi dari segala macam musibah, termasuk wabah. Aamiin.

 

Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Untuk Mendukung Program Ini Caranya :

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG".

2. Masukkan "NOMINAL" yang anda inginkan dan "Sertakan Doa terbaik Anda".

3. Pastikan Anda sudah mengisi “FORM DATA” yang tersedia dengan benar.

4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, BNI Syariah, Virtual Account dan Paytren) dan jika sudah login bisa medapatkan "kemudahan dalam bertransaksi"

5. Lakukan “transfer sesuai dengan Informasi di invoice” yang dikirim melalui email atau sms sistem.

Note :

*Jika menggunakan metode pembayaran Virtual Account diharapkan melalukan pembayaran sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.

** Pastikan email Daarul Qur'an dan Sedekah Online berada di "kotak masuk/primary Anda" untuk mendapatkan update laporan program melalui email.

***Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan" atau email ke [email protected]

Menjaga Cahaya Al-Quran di Kampung Sukun

Tidak mudah menjaga istiqomah dalam berdakwah. Begitu banyak tantangan yang dihadapi seorang pendakwah yang hanya berharap ridha Allah. Itulah yang dihadapi ustad Karyono (49), salah satu warga Kampung Sukun, Kota Malang, yang mengabdikan diri mengajar anak-anak di lingkungannya belajar membaca Alquran. Betahun-tahun ia berhasil merawat niat dan melantunkan doa agar anak-anak didiknya bisa membaca Alquran dengan benar, fasih dan tartil.

Pandemi COVID-19 memang mengurangi frekuensi mengajarnya. Di Masjid Fahtul Huda. Ustad yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual aksesoris keliling ini khawatir, selama masa PSBB semangat mengaji mereka menurun, hapalan pun luntur, karena kelas yang ia ajar berhenti sementara. Ia pun berpikir keras, bagaimana anak-anak didiknya tetap menjaga hapalan walaupun belajar di rumah masing-masing.

Alhamdulillah. Gayung bersambut. Kekhawatiran ustad Karyono sedikit berkurang manakala tim PPPA Daarul Quran Malang bertandang menyampaikan amanah dari para donatur: berbagi makanan buka puasa untuk santri ustad Karyono dan warga duafa di sekitarnya. Dalam sambutannya mewakili PPPA Daarul Quran Malang, ustad Zain mengharapkan agar ustad Karyono bisa tetap menjaga cahaya Alquran di Kampung Sukun agar kelak bisa lahir para penghafal Alquran.

Menjelang maghrib makanan buka puasa dibagi kepada santri-santri dan warga. "Terimakasih kepada para donatur. Semoga Allah membalas kebaikan, diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah", tutur ustad Karyono.

Mari bantu ringankan beban Ustad Karyono juga guru-guru ngaji lain agar bertahan dari dampak social distancing. Semoga menjadi wasilah kita semua terlindungi dari segala macam musibah, termasuk wabah.

Beritahu Program ini kepada Teman Lewat :
WHATSAPP

Disclaimer : Kami SedekahOnline.com tidak mewakili dan bertanggung jawab atas informasi program ini. Segala bentuk informasi yang ada di program ini sepenuhnya milik Penggalang Dana.