Sedekah Jariyah Air Bersih: Bantu Warga Gunung Kidul Keluar dari Krisis Kekeringan
Daquyogyakarta Identitas terverifikasi
Rp 120.000 terkumpul dari Rp 20.000.000
jumlah donatur 3 donatur
sisa waktu 45 hari lagi
Bantu share campaign ini :
Informasi Campaign

Bayangkan, ketika kita begitu mudah membuka keran air di rumah, ratusan keluarga di balik perbukitan karst Gunung Kidul harus bertaruh nasib demi mendapatkan setetes air bersih. Di sana, air bukan lagi sekadar kebutuhan harian, melainkan perjuangan berat yang memaksa warga mengorbankan segalanya demi bertahan hidup.


Kekeringan ekstrim kembali melanda wilayah Gunung Kidul, DI Yogyakarta, khususnya di Kecamatan Saptosari dan Tanjung Sari. Di wilayah tertinggi seperti Dusun Klepu dan Jrakah (Desa Hargosari), serta Dusun Dondong (Desa Jetis), kondisi tahun ini terasa jauh lebih menjepit. Wadah penampungan air hujan yang biasa menjadi tumpuan kini telah kering kerontang. Harapan pada saluran PAM pun pupus karena air hanya mengalir satu kali dalam sepekan, itu pun terbatas dari jam 5 sore hingga 6 pagi saja.

Demi bertahan, warga terpaksa membeli air dari truk tangki seharga Rp150.000 per tangki (kapasitas 5.000–7.000 liter). Pasokan ini hanya cukup untuk bertahan selama 10 hingga 14 hari. Beban hidup kian menekan karena air tersebut tidak hanya dipakai untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga untuk memberi minum hewan ternak—satu-satunya aset berwujud sekaligus mata pencaharian yang tersisa. Di tengah tanah kapur yang tandus dan tanaman pertanian yang mati total, sebagian warga bahkan terpaksa menjual harta benda mereka satu per satu hanya demi membeli air yang bertahan dua pekan.

Kondisi ini kian pelik karena pasokan dari sumber mata air pun mulai habis. Para penjual air harus berebut pasokan di tengah tingginya permintaan. Dengan musim kemarau yang rutin berlangsung dari Juni hingga November, warga terancam melalui bulan-bulan berat tanpa kepastian.


Menjawab jeritan dahaga ini, LAZNAS PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta hadir di garda terdepan melalui Aksi Siaga Kebencanaan (SIGAB). Pada 2–3 Agustus 2026, sebanyak 12 tangki air bersih telah disalurkan ke 12 titik kritis di Desa Hargosari dan Jetis. Bantuan air ini langsung menyapa 84 KK dan 1 TPA di Dusun Dondong, 140 KK di Dusun Klepu, serta 50 KK di Dusun Jrakah. Bantuan ini membawa secercah senyum dan raut lega di wajah warga yang telah lama menanti.

Namun, perjalanan masih panjang. Kemarau belum berakhir dan pasokan air bantuan tersebut akan kembali habis dalam hitungan hari. Warga Gunung Kidul masih sangat membutuhkan uluran tangan kita untuk bisa terus bertahan.

Mari bersama kita hadirkan aliran kehidupan untuk Gunung Kidul! Setiap liter air yang Sahabat sedekahkan bukan sekadar pembasuh dahaga, melainkan penyambung harapan agar tak ada lagi warga yang harus menjual asetnya hanya demi setetes air.

Klik tombol "DONASI SEKARANG" dan salurkan Sedekah Air Bersih terbaikmu hari ini!


Belum Ada Update