Indonesia Siaga Bencana
Terkumpul
Rp 34.536.918
Batas Waktu
Open Donation
SEDEKAH SEKARANG Bantu campaign ini dengan menjadi Fundraiser JADI FUNDRAISER
Program Oleh
Sedekah Online
Terverifikasi


Sumber : BMKG

Asap semakin pekat menyelimuti saudara kita di Riau dan Kalimantan Tengah. Ini memaksa mereka menghirup udara paling tidak sehat di seantero negeri ini

Puluhan ribu orang terancam penyakit ISPA. Bukan penyakit menengah yang mudah disembuhkan

Usaha memadamkan api beriringan dengan upaya berbagai elemen untuk meringankan beban saudara kami di Riau dan Kalimantan Tengah

Termasuk tim SIGAB (Santri Siaga Bencana)  Daarul Qur'an yang melakukan aksi bagi masker dan layanan kesehatan bagi warga terdampak asap kebakaran hutan

Aksi ini akan terus dilakukan, hingga pernyataan aman sudah dikeluarkan

Dukungan SObat online menjadi semangat bagi tim yang bergerak di lapangan, menerjang bahaya dan keselamatan dirinya

Yuk,  dukung berlangsungnya aksi SIGAB dengan cara sebagai berikut : 

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG".
2. Masukkan "NOMINAL" yang anda inginkan dan "Sertakan Doa terbaik Anda".
3. Pastikan Anda sudah mengisi “FORM DATA” yang tersedia dengan benar.
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, BNI Syariah, Virtual Account dan Paytren) dan jika sudah login bisa medapatkan "kemudahan dalam bertransaksi"
5. Lakukan “transfer sesuai dengan Informasi di invoice” yang dikirim melalui email atau sms sistem.

Note :
*Jika menggunakan metode pembayaran Virtual Account diharapkan melalukan pembayaran sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
** Pastikan email Daarul Qur'an dan Sedekah Online berada di "kotak masuk/primary Anda" untuk mendapatkan update laporan program melalui email.
***Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan" atau email ke admin@sedekahonline.com

Rumah Tahfidz Tazkiyya terletak di Desa Parit Gantung, Kecamatan Sritiga, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Rumah tahfidz dibawah pimpinan Ustadz Syamsudari ini mendidik lebih dari 100 santri laki-laki dan perempuan. Terhitung, ada 38 santri TKIT, 28 santri SDIT dan 70 anak-anak dari sekitaran rumah Tahfidz yang mengaji pada sore hingga malam harinya.

Selain pengetahuan umum, keseharian santri di sini pun menghafal Al-Qur'an. Tidak hanya anak-anak, rumah tahfidz ini juga rutin menggelar kajian khusus wali santri dan masyarakat pada tiap Kamis malam. Kawasan rumah tahfidz yang berdekatan dengan masjid memudahkan berlangsungnya kegiatan bersama masyarakat sekitar menjadi lebih mudah.

Namun, setelah peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera dan sekitarnya, aktivitas menghafal dan belajar santri mulai tersendat. Kabut asap yang mengepung area rumah tahfidz membuat santri harus terkunci di dalam ruangan. Mereka pun akhirnya harus membiasakan diri berlama-lama dengan buku-buku pelajaran dan kisa-kisah para Nabi yang sudah mulai usang.

Udara yang asri dan suara kicauan burung harus rela mereka lupakan karena asap yang menyelimuti kawasan rumah tahfidz. Belum lagi, masker yang melekat di wajah membuat komunikasi mereka kadang terganggu. Mereka harus menahan rasa bosan demi menjaga kesehatan.

Bahkan sejumlah santri telah terkena batuk, pilek dan demam akibat menghirup asap. Hal ini dikuatkan dengan wilayah rumah tahfidz yang masuk dalam daerah dengan kabut asap terganas di Sumatera Selatan. Terbukti, sepanjang perjalanan menuju rumah Tahfidz pun jarak pandang hanya berkisar beberapa meter karena kepulan asap.

“Beberapa hari ini asap semakin tebal, sampai hari ini, tadi pukul 08.00 asap masih menyelimuti Rumah Tahfidz Tazkiyya. Anak-anak banyak yang terlambat datang, terus ada juga yang batuk-batuk, pilek, demam akibat daripada asap," Ustadz Syamsudari.

Meskipun kabut asap begitu pekat, semangat para santri menghafal Al-Qur'an tak pernah surut. Meskipun kesehatan taruhannya, impian menjadi hafizh Qur'an tak pernah goyah. Karenanya, mereka sangat bersyukur bisa memeriksakan kesehatan di posko yang didirikan PPPA Daarul Qur’an.

Gejala Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) seperti batuk dengan dahak yang kehijauan sudah tampak dari sejumlah santri dan wali santri. Bagi mereka, saran terbaik adalah memeriksakan kembali ke Puskesmas terdekat. Sedangkan untuk pasien yang belum terkena dampak asap, diberikan antibiotik dan dihimbau untuk terus memakai masker.

"Kami bersama wali santri mengucapkan terima kasih kepada PPPA Daarul Qur'an yang telah mengirim Tim Sigab dan menyelenggarakan layanan kesehatan. Ini sangat bermanfaat bagi kami, warga, wali santri dan juga anak-anak, sehingga mereka bisa hidup sehat dan terus memakai masker dalam cuaca seperti ini," ucap Ustadz Syamsudari. (dio/ara)

 

Tim Siaga Bencana (SIGAB) PPPA Daarul Qur’an telah sampai di Ogan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (18/9) pagi. Waktu tempuh 21 jam, tak menyurutkan semangat tim untuk segera sampai ke lokasi wilayah terdampak kabut asap. Mereka berangkat menggunakan mobil ambulans PPPA Daarul Qur’an.

Tujuan pertama tim SIGAB yang resmi dilepas langsung oleh Direktur Utama PPPA Daarul Qur'an, Tarmizi As Shidiq di Kantor Pusat Ciledug, Tangerang, pada Selasa (17/9) kemarin adalah Kantor Cabang Palembang melakukan koordinasi, pemetaan serta penentuan lokasi sepekan ke depan.

Koordinator SIGAB untuk Bencana Asap Sunaryo mengatakan, dirinya bersama tim akan menyusur sekitar sepuluh rumah tahfizh terdampak. Dalam satu hari, ia akan mendatangi sekurang-kurangnya dua rumah tahfizh dan mendirikan layanan kesehatan.

“Bantuan yang diberikan berupa masker, oksigen dan obat-obatan. Mengingat di dalam mobil ambulance yang kami bawa memuat 1.000 masker N95, 1.000 masker biasa, 5000 oksigen serta obat-obatan,” ujar Sunaryo.

Pascabencana kabut asap melanda hampir seluruh daerah di Pualu Sumatera dan Kalimantan, ribuan santri di rumah-rumah tahfidz di bawah PPPA Daarul Qur’an  terpaksa mengaji dan menghafal Qur'an di tengah kepulan asap dan menggunakan masker serta alat bantu seadanya.

"Semoga aksi ini berjalan dengan baik, bantuan yang kami bawa bisa bermanfaat bagi korban dan kondisi udara segera membaik agar aktivitas masyarakat kembali pulih," ucap Sunaryo. (dio/ara)

Beritahu Program ini kepada Teman Lewat :
WHATSAPP

Disclaimer : Kami SedekahOnline.com tidak mewakili dan bertanggung jawab atas informasi program ini. Segala bentuk informasi yang ada di program ini sepenuhnya milik Penggalang Dana.