Wujudkan Kampus Untuk Para Pejuang Qur'an
Terkumpul
Rp 170.079.595
Batas Waktu
Open Donation
Program Oleh
Sedekah Online
Terverifikasi

Sri Hartika adalah santriwati asal Tarakan, Kalimantan Utara. Tika adalah alumni Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Takhassus. Anak nelayan yang bercita-cita menjadi guru PAUD ini telah menyelesaikan hafalannya hingga 30 juz.

“Alhamdulillah sudah menyelesaikan hafalan Qur’an 30 juz,” katanya.

Untuk mewujudkan cita-citanya menjadi guru PAUD, Tika siap untuk bergabung bersama Institut Daarul Qur’an (Idaqu).

“Alhamdulillah jika bisa dapat beasiswa, saya senang,” ujarnya.

Tika adalah salah satu dari sekian banyak alumni Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an yang insya Allah akan menghiasi Idaqu, sebuah kampus yang didedikasikan untuk para pembumi Al-Qur’an.

“Pengen kuliah, soalnya kalau kuliah orang tua saya bahagia banget. Apalagi dapat gelar sarjana, Alhamdulillah. Saya ingin kuliah serius agar bisa fokus menjadi sarjana,” ungkapnya.

Kecintaan Sri Hartika kepada Al-Qur’an membuatnya ingin terus belajar dan menjadi ahli Al-Qur’an. Untuk mewujudkan itu semua Ia ingin sekali melanjutkan pendidikannya lebih tinggi. Untuk itu, kami berikhtiar membangun Institut Daarul Qur’an. Sebuah perguruan tinggi yang akan dibangun di Cipondoh Ketapang, Tangerang di atas tanah 7.000 m2, dan akan menampung ribuan mahasiswa per tahun.

Melalui kampus ini kami ingin memberikan alternatif pendidikan tinggi yang berbasis karakter Qur'ani bagi masyarakat Indonesia dan memberikan kesempatan beasiswa bagi Mahasiswa yang berprestasi.

"Ada 90 ribu an santri tahfiz yang Daarul Qur'an naungi di 30 pesantren dan 1.000 rumah tahfiz dan melaui program Qur’an Call dan Beasiswa Tahfidz Qur’an. Diantara mereka 90% nya gratis. Pembangunan Institut Daarul Qur'an adalah ikhtiar agar mereka bisa terus belajar untuk mempersiapkan diri menjadi pendidik, pemimpin dan entrepreneur yang berkarakter Qur'ani," Ustad Anwar Sani

Dengan bersama mewujudkan perguruan tinggi ini, kami ingin mencetak kader-kader tahfizh, generasi Qur’an dan para calon pemimpin masa depan yang handal dengan program studi sebagai berikut:

Selain itu, keunggulan Institut Daarul Quran adalah akan ditekankannya pembinaan "Daqu Method". Yaitu, melaksanakan yang wajib dan menghidupkan yang sunah.

Insya Allah, pembangunan Institut Daarul Qur’an akan dimulai pada 27 April 2019. Harapannya juga izin dari Kemenag dan Dikti turun sekitar bulan Juli maka kegiatan kegiatan kuliah akan dimulai berjalan pada bulan September 2019 dengan menggunakan sarana Pesantren Tahfizh Daarul Quran terlebih dulu.

Rasulullah saw bersabda:

“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.” (HR Muslim)

Untuk itu, Daarul Qur'an meyakini bahwa sedekah yang paling produktif adalah pendidikan, berbasis Al Quran.

Jadi, mari bersedekah bantu pembangunan Institut Daarul Quran yang insya Allah sangat penting untuk hadirnya generasi masa depan yang berkarakter Qur'ani.

Semoga sedekah Anda menjadi amal jariyah yang menambah timbangan dan mengalirkan terus kebaikan kita seiring tersebarnya dakwah dan kebermanfaatan lulusan Institut Daarul Qur'an di seluruh Indonesia dan dunia.

Untuk Mendukung Program Ini Caranya :

1. Klik tombol "SEDEKAH SEKARANG".
2. Masukkan "NOMINAL" yang anda inginkan dan "Sertakan Doa terbaik Anda".
3. Pastikan Anda sudah mengisi form yang tersedia dengan benar.
4. Pilih metode pembayaran (Transfer Bank BCA, BRI, BNI Syariah dan Virtual Account BNI) dan jika sudah login bisa medapatkan "kemudahan dalam bertaransaksi"
5. Lakukan transfer sesuai dengan Informasi yang terdapat di invoice yang dikirim melalui email atau sms.

6. Jika menggunakan metode pembayaran Virtual Account diharapkan melalukan pembayaran sesuai dengan total biaya yang sudah ditambahkan dengan biaya admin bank.
7. Pastikan email Daarul Qur'an dan Sedekah Online berada di "kotak masuk/primary Anda" untuk mendapatkan update laporan program melalui email.

(**Jika Anda mengalami kesulitan bisa mengirimkan pesan chat kepada kami dengan klik "Tombol Bantuan" atau email ke admin@sedekahonline.com)

Perizinan Terbit, Idaqu Tengah Dirikan 11 Ruang Kelas dan Sebuah Masjid

Tanggal 27 April menjadi momen yang sangat spesial bagi Daarul Qur'an karena selain bertepatan dengan Gerakan Sedekah Nasional, pada tanggal tersebut, tepatnya pada 27 April 2019 lalu, Institut Daarul Qur'an (Idaqu) resmi dibangun, ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di Kantor Pusat Paytren, Bandung, Jawa Barat. Menurut Ustadz Muhammad Anwar Sani selaku Rektor, Idaqu dibangun atas dasar ikhtiar mewujudkan mimpi Membumikan Dunia dengan Al-Qur’an dengan memfasilitasi para santri penghafal Al-Qur’an yang ada di seluruh wilayah dakwah Daarul Qur’an serta masyarakat umum yang ingin menghafal Al-Qur’an dan mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.

Pembangunan kampus Idaqu yang tengah digarap di Cipondoh, Tangerang, Banten, telah mengalami banyak perkembangan. Bantuan yang telah diberikan oleh para donatur telah disulap menjadi cikal bakal bangunan kampus, diantaranya ruang-ruang kelas dan masjid.

Saat ini telah berdiri 11 kelas dan sebuah masjid yang dinamakan Al-Anwar. Satu kelas di kampus Idaqu akan menampung puluhan mahasiswa penghafal Al-Qur'an, sedangkan masjidnya mampu memfasilitasi lebih dari 1.000 jamaah dengan ruang utama yang cukup luas dan dilengkapi dengan selasar di sekeliling masjid.

Namun demikian, proses belajar mengajar di Idaqu telah dimulai melalui program intensif. Terhitung sejak dibukanya program intensif pada September 2019, sebanyak 192 calon mahasiswa Idaqu telah bergabung dan tengah memperdalam Al-Qur'an. Mengingat, program enam bulan pertama sebelum masuk ke perkuliahan ini menekankan calon mahasiswanya untuk belajar dan menghafal Al-Qur'an. Selain itu terdapat pula Daqu Method, fiqih klasik dan akhlak tasawuf. Menurut Ustadz Anwar Sani, Idaqu akan segera membuka program intensif jilid II pada Maret mendatang, ditargetkan sebanyak 500 orang dapat bergabung dan menjadi calon-calon mahasiswa Idaqu. 

Dengan demikian, perjuangan Daarul Qur'an untuk mendirikan kampus pembumi Al-Qur'an akan segera terwujud. Ditambah dengan perizinan resmi yang telah dikeluarkan oleh Badan  Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). "Alhamdulillah perizinan kita sudah terbit, bisa dilihat melalui website BAN-PT, secara online sudah bisa dilihat. Artinya, ini kemajuan yang sangat luar biasa dari proses perizinan," ujar Ustadz Anwar Sani.

Ia berharap siapapun dapat kuliah di Idaqu. "Jadi, jangan takut dengan kemampuan Qur'annya hari ini, karena kami membagi ada tiga tingkatan, jadi semua bisa belajar Qur'an di Idaqu. Ini terbuka untuk umum dan karena biaya yang terjangkau, maka bakalan banyak orang yang bisa kuliah, bahkan terbuka juga program beasiswa untuk prestasi, dhuafa dan hafalan Qur'an," imbuh Ustadz Anwar Sani.

Acara peletakan batu pertama sebagai awal dimulainya pembangunan Institut Daarul Qur’an (Idaqu) dilaksanakan pada Sabtu, 27 April 2019, di Kampung Ketapang, Cipondoh Makmur, Tangerang, Banten. Kegiatan ini dihadiri sejumlah assatidz Daarul Qur’an serta Muspika Kecamatan Cipondoh.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran serta menyanyikan lagu kebangsaaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan sejumlah sambutan.

Boyke Hurip Hermawan, Lurah Cipondoh Makmur, dalam sambutannya mengapresiasi pendirian Idaqu ini. Ini sejalan dengan visi pemerintah dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.

“Sebagaimana dengan cita-cita Walikota Tangerang yang ingin menciptakan masyarakat berkarakter bersaing dan berakhlakuk karimah maka pendirian institut ini sangat kita dukung” ujarnya.

Sementara itu Sukman Hermawan, Deputi Daarul Qur’an, menyatakan terima kasih kepada masyarakat Ketapang yang selalu mendukung kegiatan Daarul Qur’an. Ia berharap sinergi antara Daarul Qur’an dan masyarakat ini bisa menghasilkan sumber daya manusia yang lebih baik kedepannya.

Iman Fathurrohman, Wakil Rektor Idaqu, dalam sambutannya pendirian Idaqu ini sebagi misi Daarul Qur’an untuk menciptakan sebanyaknya penghafal Alquran dari berbagai disiplin ilmu.

Setelah beberapa sambutan acara dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan ustaz Hendy Irawan Saleh, Kabiro Kominfo Daarul Qur’an, dalam tausiyahnya beliau mengatakan semangat pendirian Idaqu adalah menciptakan kader muslim yang memadukan kecerdasan intelektual dan religi. Hal ini tercermin dari bangunan awal yang akan didirikan adalah masjid.

“Sebagaimana kampus-kampus awal yang dibangun oleh umat Islam, yang pertama didirikan adalah masjid. Ini memberi tanda masjid akan menjadi pusat kegiatan dari kampus itu sendiri agar nantinya ilmu yang kita dapat selalu berada dalam bimbingan Allah swt” ujarnya.

Akhirnya acara inti dimulai dengan melakukan seremoni peletakan batu pertama yang dilakukan oleh sejumlah tamu undangan pada area yang akan didirikan bangunan Idaqu. Acara pun ditutup oleh H. Aselih, Ketua MUI Cipondoh.

Beritahu Program ini kepada Teman Lewat :
WHATSAPP

Disclaimer : Kami SedekahOnline.com tidak mewakili dan bertanggung jawab atas informasi program ini. Segala bentuk informasi yang ada di program ini sepenuhnya milik Penggalang Dana.